Bintang Dari Selandia Baru Buat Kovac Amat Terkesima

Juru tak-tik Bayern Munich, Niko Kovac, mengakui amat terkesima dengan talenta yang di miliki oleh bintang anyarnya, Sarpreet Singh. Dia juga tidak menutup kemungkinan untuk memasang Singh sebagai pengganti Serge Gnabry dalam laga Piala Super DFB pada Sabtu (3/8) esok.

Serge Gnabry dipastikan tidak ikut serta pada pertandingan Piala Super DFB usai dihantam cedera otot pada pertandingan pra-musim sejumlah hari kemarin. Sepanjang ini, Niko Kovac tetap punya Thomas Mueller ataupun Alphonso Davies untuk mengisi tempat sayap yang ditinggal oleh Gnabry.

Di samping ke 2 bintang ini, Sarpreet Singh jua jadi calon menyambut pertandingan mendatang. Berdasarkan Kovac, bintang dari Selandia Baru ini punya talenta yang fantastis dan telah siap kompetitif di skuat inti Die Roten.

“Rencananya, ia bakal berlaga di kesebelasan cadangan pada kompetisi musim 2019-20 mendatang. Namun, ia telah memperlihatkan kualitasnya sepanjang waktu pra-musim. Ia jauh lebih spektakuler dibanding teman-temannya, ” beber Kovac dilansir dari Goal.

“Saya amat suka dengan kualitasnya. Skillnya dan Alphonso Davies jauh lebih spektakuler daripada para pemain lainnya di kesebelasan cadangan, ” lanjutnya menambahkan.

Singh adalah penandatanganan baru Bayern. Bintang dua puluh tahun ini direkrut menuju Bavaria usai main keren bareng Wellington Phoenix di turnamen A League kompetisi musim 2018-19 kemarin.

Walau diproyeksikan untuk tampil dalam kesebelasan cadangan Die Roten, Singh punya potensi raksasa untuk kompetitif di skuat inti. Peluang itu dapat muncul apabila Bayern tidak berhasil menandatangani Leroy Sane dari Manchester City.

Waktunya Oezil Pergi dari Arsenal

Legenda Arsenal, Charlie Nicholas, menganggap ini merupakan waktu yang ideal untuk Mesut Oezil pergi dari Emirates Stadium. Berdasarkan dirinya, bintang dari Jerman ini tidak begitu menyumbang untuk The Gunners.

Mesut Oezil musim kemarin susah berlaga di skuat kunci The Gunners. Mantan bintang Real Madrid ini cuma bermain di 35 pertandingan dengan sumbangan 6 goal dan 3 assist.

Hal itu jelas tidak sebanding dengan upahnya yang bisa sampai 350. 000 pounds per minggu. Nilai membentuknya jadi bintang Arsenal dengan bayaran paling tinggi.

“Ini merupakan kisah yang amat memilukan sebab Oezil merupakan bintang sepakbola yang amat bertalenta. Namun pemain berkualitas, serupa seperti yang lain di dalam permainan modern, mesti berkontribusi, ” tutur Nicholas di Soccerway.

“Dia kadang-kadang mengorbankan sedikit penampilannya untuk menyediakan assist orang lainnya dan menolong orang yang lain, namun ini gagal sebab pemain-pemain yang berduet dengannya tak lumayan tahu mengenai dia. ”

“Kisah sedihnya ialah upaya Oezil tak jua lumayan. Ia tak mengerjakannya dalam laga vital. Aku tak merasa ini seluruh mengenai bayaran Oezil, aku kira ia mau disukai dan diperlakukan seolah-olah ia salah satu bintang. Ia bukanlah bintang lagi di Arsenal. Telah saatnya untuk memberi selamat tinggal, ” Nicholas melanjutkan.

Oezil sendiri tengah terikat kesepakatan kontrak di Arsenal sampai 2021. Berdasarkan Transfermarkt, biaya jualnya sekarang ialah 31 juta pounds.

Azpilicueta Dukung Sarri Masih Terus di Chelsea

Kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta, memberi dukungannya supaya tim menjaga Maurizio Sarri. Berdasarkan pemain bertahan berumur 29 tahun ini kesebelasan berjulukan The Blues tak gagal dibawah besutan Sarri kompetisi musim ini.

Kompetisi musim ini, Chelsea memang mendapatkan kesusahan, malahan pernah keluar dari jajaran empat besar klasemen. Tapi, mereka sukses bangkit dan berakhir di peringkat ke 3 klasemen penghujung Liga Inggris.

Selain itu, The Blues baru saja sukses menjuarai piala Liga Europa. Ya, Cesar Azpilicueta dkk sukses memenangi pertandingan partai puncak kontra Arsenal.

Kesebelasan berjulukan The Blues keluar menjadi jawara usai menghajar Arsenal dengan score 4-1.

Eden Hazard menyarangkan 2 skor kemenangan Chelsea. 2 skor lainnya disumbangkan Olivier Giroud dan Pedro. Satu-satunya goal balasan Arsenal dicetak Alex Iwobi di Stadion Olympic, Utama, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB.

Menjadi kapten kesebelasan sekalian bintang, Azpilicueta menganggap jika secara keseluruhan Chelsea menerima kompetisi musim yang kuat. Jelas karena sentuhan tangan dingin Maurizio Sarri.

“Pilihan tak terjantung pada aku. Kami cukup terlambat mengawali kompetisi musim. Pada Februari dan Maret, kami mendapatkan kesusahan. Kami menduduki tempat ke 6 klasemen dan seluruh orang merasa jika kami pergi dari dari Liga Champions, ” tutur Azpilicueta dilansir Football5star. com dari Bein Sports.

“Namun, kami sukses bangkit dan berakhir di tempat ke 3. Bisa memenangi piala Liga Europa dan kalah via drama tembakan penalti di ajang Piala Liga. Aku kira, apabila Kamu menyaksikan dengan cara keseluruhan, ini merupakan kompetisi musim yang amat kuat, ” jelasnya.

Pemilik Tim Liverpool Puas dengan Upaya Kesebelasan

Pemilik tim Liverpool, Tom Werner, puas dengan apa yang sudah ditunjukan anak didik Jurgen Klopp selama kompetisi musim 2018-19. Menurut Werner, The Reds sudah melakoni kompetisi musim yang keren dan meningkat sebagai sebuah kesebelasan.

Liverpool cuma menelan kekalahan 1 laga di Liga Inggris kompetisi musim ini, namun mesti puas ada di peringkat ke 2 dengan 97 angka ataupun tertinggal 1 angka dengan pemuncak klasemen. Manchester City. Jumlah raihan angka ini adalah yang paling tinggi ke 3 sepanjang sejarah Liga Inggris.

Meskipun begitu, Tom Werner mengakui bahagia dengan upaya kesebelasan selama kompetisi musim. “Ini merupakan musim yang ajaib. Pastinya kami menyesal sebab kami tak memenangkan liga, namun ini merupakan musim yang mengesankan dan tim yang menarik. ” tutur Werner di situs resmi tim.

Apa yang dicapai The Reds selama kompetisi musim, membikin Werner bangga pada Klopp dan tim bimbingannya.

“Saya kira, kami sudah punya tidak sedikit rekan di seluruh dunia dan aku kira kami sudah membahagiakan mereka. Rasa terima kasih tidak cukup untuk Jurgen Klopp dan seluruh bintang di gelanggang. ”

“Kami bakal jadi lebih tangguh. 97 angka, ini tahun yang mengesankan. Kami tentu tak memenangkan liga, namun kami bakal balik lagi tahun depan dan kami memiliki motivasi untuk memenangkan liga tahun depan. Aku gembira. ” tutur Tom Werner.

Makin Meningkat, Allegri Mulai Berharap Ronaldo Sembuh Tepat Waktu

Juventus memperoleh laporan bagus tentang cedera yang diderita sang superstar Cristiano Ronaldo. Juru tak-tik Massimiliano Allegri juga mulai berharap Ronaldo dapat sembuh tepat waktu.

Juventus bakal menjalani laga vital pada fase perempat-final Liga Champions kontra Ajax Amsterdam. Pertandingan perdana bakal diselenggarakan di Johan Cruyff Arena saat sepuluh April 2019.

Meladeni pertandingan itu Cristiano Ronaldo dikhawatirkan tidak dapat sembuh tepat waktu. Sampai sekarang, superstar dari Portugal ini tengah melakoni pemulihan cedera otot paha.

Soal itu diderita Ronaldo kala membela tim nasional Portugal pada laga kualifikasi Piala Eropa 2020 minggu yang lalu. Tepatnya, saat Portugal ditahan seri 1-1 Serbia.

Kini Ronaldo cuma memiliki 5 hari guna bisa membangun kembali kebugaran apabila mau main lawan Ajax. Allegri juga mulai berharap Ronaldo situasi itu bisa terwujud.

“Kondisi Cristiano Ronaldo makin bagus. Dia telah mengindikasikan pemulihan menyongsong laga kontra Ajax Amsterdam, ” tutur Allegri dilansir Football5Star. com melalui Calciomercato.

“Ia telah berbuat semua cara guna bisa berlaga pada pertandingan vs Ajax. Kami jelas berharap dia betul-betul dapat main, ” jelasnya.

Padahal, awal minggu ini Allegri pernah pesimistis bintang dengan nama besar dari Portugal ini dapat berlaga di Johan Cruyff Arena.

“Ronaldo berupaya guna sembuh serta kami berharap dia dapat berlaga menghadapi Ajax, namun hal tersebut bakal sukar. Kakinya terus bagus serta masih tersisa 9 hari sebelum pertandingan itu serta kami memiliki masa guna selalu memantau peningkatannya. Kami mesti berhati-hati, ” kata Allegri.

Lolos Perempatfinal Piala Presiden 2019, Persebaya Masih Butuh Evaluasi

Meski sukses maju menuju 8 raksasa Piala Presiden 2019 dengan sempurna, Persebaya tetap harus berbuat evaluasi. Hal tersebut dibilang begitu saja oleh manajer Bajul Ijo, Djajang Nurjaman.

Djajang memperhitungkan, beberapa lini tengah harus ditingkatkan lagi efektivitasnya. Khususnya di lini belakang yang mana Persebaya kehilangan beberapa pemain vital. Nama-nama seperti Otavio Dutra, Rachmat Irianto, serta Hansamu Yama tak dapat main lantaran urusan sendiri-sendiri.

“Saya akui berbuat bongkar pasang barisan defensif sepanjang 3 laga bukanlah hal yang simpel. Masih ada bocor di sana-sini. Tapi, apabila menyaksikan hasilnya aku maklum. Aku sampaikan apresiasi tinggi pada bintang yang telah berupaya keras, ” katanya dilansir dari website resmi tim.

Hal itu membikin bekas juru tak-tik Persib Bandung itu wajib berbuat penyesuaian bersama bintang yang tersedia. Beberapa kali dia harus membongkar pasang performa bersama sumber daya yang tersedia.

Abu Rizal Maulana, Mokhamad Syaifuddin, Andri Muliadi, serta Novan Setya Sasongko juga perlu setingkat lebih waspada memegang barisan defensif. Itu yang bakal kerap diteliti serta ditingkatkan lagi di perempat-final Piala Presiden 2019.

Messi: Barcelona Tidak akan Lepas Turnamen Apapun

Ujung tombak Barcelona, Lionel Messi, mengaku girang kesebelasannya membalikkan kondisi menghadapi Sevilla di ajang Copa del Rey. Dia pun menyatakan kesebelasannya tak pernah ingin melepas turnamen Copa del Rey.

“Orang-orang berkata jika kami melepas Copa del Rey ataupun kami tak menginginkannya, atau mungkin pesanku disalahtafsirkan pada awal kampanye musim,” tutur Messi pada Barca TV.

“Tim mau berupaya buat 3 turnamen, sebab itu selalu jadi kewajiban Barcelona setiap musim. Kami tak membuang turnamen apapun.”

Barca unggul 6-1 melawan Sevilla di leg ke 2 fase perempat-final Copa del Rey di Camp Nou, hari Kamis (31/1) dini hari WIB. Goal Barcelona dicetak Philippe Coutinho (dua gol), Ivan Rakitic, Sergi Roberto, Luis Suarez serta Messi.

Di partai tersebut, Barcelona memulai keunggulan saat laga sudah berjalan hingga menit 13 lewat tembakan penalti Coutinho. Sang pengadil menunjuk titik penalti usai Messi dilanggar di daerah terlarang. Messi yang semestinya menjadi eksekutor lantas memberi tembakan penalti tersebut pada Coutinho.

Nama terbaru sesungguhnya tengah di dalam tekanan. Dia memperoleh banyak kecaman pasca main jelek di dalam 3 bulan terakhir.

“Aku mau Coutinho menendang serta ia mengerjakannya. Ia menyarangkan goal dan saya girang sebab di situlah semuanya dibuka. Yang terpenting ialah memenangkan pertandingan,” tutur Messi.

Ancelotti Maklumi Reaksi Mourinho kepada Suporter Juventus

Jose Mourinho jadi bahan pembicaraan setelah pertandingan Juventus melawan Manchester United di Stadion Allianz di dalam laga lanjutan Liga Champions. Ia memperlihatkan isyarat provokatif dengan menempatkan telapak tangannya pada belakang telinga. Menurut Carlo Ancelotti, juru tak-tik Napoli, hal tersebut pada dasarnya dapat dimaklumi.

Sebagaimana diakui Mourinho, isyarat provokatif ini cuma reaksi kepada ulah suporter Juventus yang tidak henti mencemoohnya selama pertandingan. Hal itulah yang membikin Ancelotti maklum. Ia bisa merasakan kekesalan The Special One selaku manusia biasa.

“Mourinho? Reaksinya dapat dipahami. Lagi pula, ini bukanlah suatu yang vulgar, melainkan sarkastis,” terang Ancelotti sebagaimana dilansir melalui Fox Sports. “Saat Kamu diejek sepanjang 90 menit, hal semacam ini dapat terjadi. ”

Buat Ancelotti, hal yang menjadi problema sebenarnya bukan reaksi Mourinho, melainkan aksi provokatif dari semua suporter Juventus. Ia menganggap ini menjadi penyakit sepakbola Italia.

“Problema yang nyata sebetulnya ialah cibiran sepanjang 90 menit. Ini tak cuma berlangsung di stadion punya Juventus. Ini ada pada budaya sepakbola Italia. Ini pun berlangsung di Naples serta Milan. Cukup sudah,” cetus dirinya.

Sesi Latihan Tim Nasional U-19 Indonesia Diwarnai Tabrakan Egy dan Saddil Ramdani

Terdapat kejadian benturan yang berlangsung antar Egy Maulana Vikri serta Saddil Ramdani di dalam latihan Tim nasional U-19 Indonesia di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/10).

Nampak di pelatihan pagi tadi, Egy Maulana Vikri yang coba menggiring bola bertabrakan dengan Saddil Ramdani.

Saddil Ramdani coba menekel Egy Maulana Vikri, tapi tindak ini nampak terlambat.

Egy Maulana Vikri terlihat jelas kesakitan, namun hal yang serupa pun nampak dari Saddil Ramdani.

Malahan, Saddil Ramdani perlu beristirahat lumayan lama pas insiden itu.

Menyaksikan insiden tabrakan ini, juru tak-tik Tim nasional U-19 Indonesia, Indra Sjafri, angkat bicara.

Menurut Indra Sjafri, kejadian tabrakan ini adalah hal lazimnya untuk pesepak bola.

Tapi yang tentu ke 2 bintang ini tak dihantam cedera.

“Main bola terdapat tabrakan, mobil saja dapat kecelakaan lebih-lebih bermain bola. Ini Saddil pun telah minum air, ” tutur Indra Sjafri.

Di samping itu Indra Sjafri menyatakan jika anak-anak asuhnya telah siap bermain vs Tim nasional U-19 Uni Emirat Arab (UEA).

Laga pamungkas fase penyisihan Grup A ini bakal bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

Tim nasional U-19 Indonesia perlu kemenangan vs Tim nasional U-19 UEA demi menuju ke fase 8 besar.

Kalah dari Tim nasional U-19 Qatar minggu yang lalu mesti diabaikan oleh Nurhidayat Haji Haris dkk.

“Secara mentalitas team saya siap, malahan team saya lebih siap, ” tutur Indra Sjafri.

Wilshere: Saya Bertahan di Arsenal Jika Masih Ada Arsene Wenger

Jack Wilshere mengatakan bakal bertahan di Arsenal apabila saja juru tak-tik Arsene Wenger tak pergi melalui tim yang membesarkan namanya.

Pergi dari Arsenal buat gabung dengan West Ham United jadi opsi Jack Wilshere pada kampanye musim 2018-19.

Keputusan juru tak-tik Arsenal sebelumnya, Arsene Wenger, buat pergi jadi sebab Wilshere hengkang.

Pemain berposisi gelandang asli Inggris ini mengatakan ia mungkin bertahan di Arsenal apabila Arsene Wenger tengah jadi manajernya.

“Jika Arsene tinggal aku mungkin bertahan sebab ia memiliki pengaruh di karier serta yakin di aku, “katanya.

“Ia memberi aku ban leader serta amat menghargai aku. Jadi, aku amat apabila dia tinggal. Dan lantas dia angkat kaki serta ini merubah semuanya.

“Arsene sudah menyatakan di aku pada awalnya ‘bertahanlah serta berupaya buat balik lagi menuju di dalam tim’. Sebab aku mengenal Arsene serta paham jika dia mempercayai aku, aku paham aku dapat mengerjakannya serta terus berupaya balik lagi ke dalam klub. ”

“Saya paham apabila aku harus di dalam situasi bugar serta berlatih bagus supaya Arsene memasukkan ke aku di dalam tim serta aku mengerjakannya. ”

Sekarang Arsenal diasuh juru tak-tik berkebangsaan Spanyol, Unai Emery, yang pada awalnya menangani tim kaya Liga Prancis, Paris Saint-Germain. Kedatangan juru tak-tik anyar membikin Wilshere menyaksikan masa depannya tak di Arsenal.

“Klub bertransformasi serta mereka masuk ke jaman anyar dan kemungkinan itu merupakan waktu yang pantas buat aku hengkang, ” katanya.